.
Kesehatan Lingkungan, Lingkungan Hidup, Media Kampanye Sosial, Pendidikan Kebencanaan

Ehhh Kok… Kompos dari Sampah, Baunya Harum…

foto : Citra Mei Lany

Keprihatinan yang sangat dalam ditunjukkan oleh sekelompok pemuda dari Citepus, Bale Endah, Kab. Bandung. Bertahun-tahun, sebagian dari mereka dari mulai lahir hingga besar biasa mendapatkan pemandangan lingkungan yang buruk. Sumber Air yang tidak layak, sampah berserakan di sudut-sudut kampung yang menimbulkan bau tak sedap dan menjadi sumber penyakit menular. Selama ini, remaja yang berkumpul dalam sebuah wadah bernama Bhakti Taruma (Batur) Nagari menganggap kondisi seperti itu adalah hal yang biasa. Namun dengan perkembangan pergaulan dan wawasan yang mereka dapatkan, kondisi tersebut lambat-laun mengusik mereka untuk dapat merubahnya.

“Selama ini kita selalu menyerahkan sampah kepada pemerintah, padahal masalah sampah adalah masalah kita semua, kita semua adalah produsen sampah..” ujar Iwan Sudjana, salah satu inisiator dan funder Batur Nagari. “Oleh karena itu, kami mengajak saudara kita se-kampung untuk menyelesaikan masalah kita sendiri,” lanjutnya.

Pengembangan inisiatif untuk menyelesaikan sampah dilingkungannya, dibuktikan dengan melakukan gerakan riil yaitu mengajak kawan-kawannya untuk bergabung dalam wadah Batur nagari ini. Melalui berbagai diskusi, Batur Nagari melakukan pelatihan tersebut dengan mengajak berbagai pihak dari mulai kelompok masyarakat, pesantren, pemerintah lokal setempat seperti pemerintahan desa,  pemkab.Bandungdan Provinsi Jawa Barat serta juga jejaring LSM. Kegiatan mereka yang lakukan adalah dengan program Pelatihan Pengkaderan Santri Hijau di Kab.Bandung. ”Dengan pelatihan ini, kami berharap mulai dari generasi kami dan generasi selanjutnya akan tetap berjuang dan berperilaku menghargai lingkungannya,” ujar Iwan Sudjana.

Foto : Citra Mei Lany

Dengan menggandeng Fasilitator dari Yayasan Kriyamedia, pelatihan tersebut dilaksanakan dengan prinsip mengajak santri-santri untuk menyelesaikan permasalahan lingkungannya—terutama sampah, dengan cara yang sederhana, mudah dan menyenangkan. ”Hal pertama yang harus ditanam bagi anak-anak adalah bagaimana mereka mencintai lingkungannya dan jika mereka mengabaikannya maka mereka akan merasa dirugikan,” terang Dadan Junaedi, salah satu Fasilitator pelatihan tersebut. ”Berikutnya, maka kita ajak mereka untuk mau melakukan pemilahan sampah, kita ajarkan untuk memisahkan sampah organik dan non organik, jika sampah sudah dipilah maka akan lebih mudah memanfaatkannya ada yang bisa dijadikan barang daur ulang seperti plastik, kardus dsb, dan ada juga yang bisa dijadikan kompos, ” terang kang Dadan.

Foto : Citra Mei Lany

Kawan-kawan dari Batur Nagari, berharap bahwa melalui pelatihan ini memberikan motivasi bagi mereka dibantu Santri-Santri Hijau untuk berusaha terus menggalakkan pemisahan sampah organik dan non organik. Para Santri Hijau sudah diajarkan membedakan sampak organik dan non organik, dan juga diajarkan mendaur ulang barang-barang bekas yang menjadi sampah. Bahkan Santri Hijau ini, telah berlatih membuat kompos dengan metode Takakura dan mengenal kompos cair atau biasa disebut MOL (Mikro Organisme Lokal). Melihat proses pelatihan tersebut, para siswa terlihat sangat antusias. Terutama pada saat mempraktikkan pembuatan kompos padat dan cair. ”Tadinya saya kira bikin kompos dari sampah dapur menjijikkan dan bau, eh.. malah harum. Baunya kayak peuyeum..” ujar salah satu peserta. Nah, anak kecil aja tau dan mau… Yuk kita jaga kebersihan lingkungan kita..buanglah sampah pada tempatnya..save our earth!!!

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Anonim - Maret 9, 2012

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: