.
Lingkungan Hidup

Cimahi Mencari Teknologi Sampah

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah memilih teknologi yang tepat untuk pengolahan sampah. Salah satunya dengan memanfaatkan studi yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti dijelaskan Kepala Bappeda Kota Cimahi, Didi S. Djamhir, dalam waktu dekat ini akan ada mahasiswa ITB yang melakukan studi tentang pengolahan sampah di Cimahi. “Jadi ada tim ITB yang akan melakukan studi pengolahan sampah kota itu seperti apa. Mereka mengambil kasus Cimahi, soalnya mereka menilai di Cimahi lengkap, ada sampah masyarakat sampai ada tempat pembuangan akhir (TPA) Leuwigajah,” kata Didi kepada wartawan, Rabu (6/7).

Terkait studi yang akan dilakukan mahasiswa ITB tersebut, diakui Didi memang belum final. Pasalnya, selama ini pihaknya belum terlalu mengerti tentang cara pengolahan sampah dengan memakai cara khusus. Padahal cara yang lebih canggih sempat dilakukan pada pembangunan PLTU.

Berdasarkan pengembangan yang telah dilakukan, pengolahan sampah ini sebenarnya bisa menghasilkan gas yang bisa dimanfaatkan untuk proses pembakaran yang ada di masyarakat. “Jadi ternyata setelah diolah dengan sedemikian rupa, sampah ini bisa menghasilkan gas yang bisa dimanfaatkan untuk pembakaran oleh masyarakat. Misalnya saja untuk membakar keramik atau keperluan rumah tangga lainnya,” tegas Didi.

Didi memaparkan teknologi yang dipakai bisa berjalan dengan baik dan akan memudahkan pengolahan sampah. Dampak baiknya sampah masyarakat tidak akan sampai ke tingkat kota. Sebab masyarakat sudah bisa mengolah sampah sehingga yang dibuang tinggal sampah yang tidak bisa diurai.

“Tidak memungkinkan jika nantinya akan ada unit pengolahan sampah di tiap kelurahan atau kecamatan. Tapi, ini baru pemikiran saja sih. Tetapi jika pengolahan sampah bisa berhasil, mungkin akan diwujudkan,” tegasnya.

Terkait dengan teknologi, dikatakan Didi, memang pernah ada tawaran dari Denmark untuk mengolah sampah yang ramah lingkungan. Namun sayangnya karena terkendala dana, akhirnya Cimahi tidak bisa membeli alat tersebut.

“Kita akui teknologi itu sangat mahal dan kita tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli teknologi itu. Tidak kita mungkiri kita membutuhkan penyandang dana. Teknologi apa pun yang akan dipakai nanti kita siap karena kita yakin teknologi apa pun juga bisa difungsikan di Cimahi. Kita tunggu saja, mana yang akan dipakai nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah sampah di wilayahnya, Pemkot Cimahi telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah. Saat ini penerapan perda masuk pada tahap sosialisasi.

Menurut Kepala Bidang Kebersihan Kota Cimahi, Dadang Kartiwa, untuk menyosialisasikan Perda Sampah, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran biaya.

”Untuk menunjang pelaksanaan Perda dibutuhkan sarana dan prasarana. Ini tentunya membutuhkan dana, oleh sebab itu kami akan anggarkan dalam APBD Perubahan tahun 2011,” ujar Dadang. (Galamedia)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: