.
HIV/AIDS, Kesehatan Publik, Remaja

Remaja dan Ancaman Narkoba

Oleh: Isminarti, SE

Para remaja membutuhkan bantuan dan perhatian orang tua dan guru atau pembimbingnya dalam melewati masa ini dengan tenang dan wajar.

MAKIN  banyaknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar saat ini benar-benar telah menggelisahkan masyarakat dan keluarga di Indonesia. Betapa tidak, meskipun belum ada penelitian yang pasti berapa banyak remaja pengguna narkoba, namun dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa semakin banyak remaja kita yang terlibat kasus narkoba menjadi indikasi betapa besarnya pengaruh narkoba dalam kehidupan yang terjadi di kalangan remaja. Ibarat fenomena gunung es dimana kasus yang terlihat hanya sebagian kecil saja, sementara kejadian yang sebenarnya sudah begitu banyak.

Hasil Survai Badan Narkoba Nasional (BNN) tabun 2005 terhadap 13.710 responden remaja di kalangan pelajar dan mahasiswa menunjukkan penyalahgunaan narkoba usia termuda 7 tahun dan rata-rata pada usia 10 tahun. Tentu angka mengalami kenaikan mengingat sekarang Indonesia bukan lagi sekedar tempat transit perdagangan narkoba, namun telah berevolusi menjadi produsen barang haram tersebut.

Obat adalah  zat yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh manusia  apabila dimasukkan ke dalam tubuh  dan menurut petunjuk dokter. Pemakaian obat-obatan untuk diri sendiri tanpa indikasi dan tidak bertujuan medis disebut sebagai penyalahgunaan zat (drug abuse). Tindakan atau kasus tersebut merupakan perbuatan yang merugikan diri sendiri (karena dapat menimbulkan ketergantungan zat, keracunan akut atau kematian dan merugikan orang lain (karena si penyalahguna mampu mengganggu ketertiban dan mempengaruhi orang lain agar mau seperti dirinya).

Pada umumnya obat atau zat yang disalahgunakan adalah zat yang termasuk golongan obat psikoaktif (psychoactive drugs), yaitu obat yang dapat memberikan perubahan-perubahan pada fungsi mental (pikiran dan perasaan, kesadaran, persepsi tingkah laku) dan fungsimotorik. Zat ini mempunyai potensi untuk menimbulkan ketergantungan, baik fisik maupun secara psikis atau bisa jadi kedua-duanya. Selain zat mempunyai efek tertentu terhadap tubuh manusia dan salah satu efek yang terdapat pada golongan psikoaktif dan Narkotika adalah kemampuannya untuk menimbulkan ketergantungan, sehingga zat ini disebut zat yang dapat menimbulkan ketergantungan yaitu antara lain: alkohol misalnya minuman keras, narkotika misalnya, morfin, heroin, dan pethidine,dan kanabis misalnya marjuana atau ganja. Tindakan penyalahgunaan zat mempunyai kaitan yang erat dengan masalah ketergantungan zat (drug dependence). Yang dimaksud dengan ketergantungan zat adalah suatu kondisi yang memaksa seseorang menggunakan zat tersebut dengan tujuan untuk

mendapatkan kepuasan mental atau menghindari diri dari penderitaan fisik dan mental (gejala ketagihan). Pada keadaan ini seseorang tidak dapat menghentikan pemakaian zat tersebut dan ia dapat mengalami ketergantungan pada satu macam zat saja atau lebih.

Penyembuhan atau pengobatan ketergantungan zat merupakan suatu hal yang sulit, oleh karena itu maka tindakan pencegahan merupakan upaya yang sangat penting dan relatif lebih mudah.

Masalah ini makin besar dan meluas sehingga pada akhirnya dinyatakan sebagai masalah nasional yang dalam penanggulangannya perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Berdasarkan penelitan dan pengamatan berbagai pihak didapatkan kesan bahwa mereka yang menyalahgunakan zat kebanyakan tergolong dalam usia muda. Mereka merupakan kelompok yang mempunyai resiko tinggi. Masa remaja merupakan suatu masa yang peka terhadap segala macam bentuk gangguan. Para remaja membutuhkan bantuan dan perhatian orang tua dan guru atau pembimbingnya dalam melewati masa ini dengan tenang dan wajar.

Bantuan dan perhatian ini dapat diberikan kalau kita memahami permasalahan mereka dan mengetahui berbagai faktor yang mungkin dapat menimbulkan masalah, khususnya yang menyangkut masalah penyalahgunaan narkoba. Karakteristik psikogis yang khas pada remaja merupakan faktor yang memudahkan terjadinya tindakan penyalahgunaan zat. Namun demikian, masih ada faktor lain yang memainkan peranan penting yaitu faktor lingkungan remaja. Faktor tersebut memberikan pengaruh pada remaja dan mencetuskan timbulnya motivasi untuk menyalahgunakan zat. Dengan kata lain, timbulnya masalah penyalahgunaan zat dicetuskan oleh adanya interaksi antara pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis remaja. Di dalam upaya pencegahan, tindakan yang dijalankan dapat diarahkan pada dua
sasaran proses. Pertama diarahkan pada upaya untuk menghindarkan remaja dari lingkungan yang tidak baik dan diarahkan ke suatu lingkungan yang lebih membantu proses perkembangan jiwa remaja.

Upaya kedua adalah membantu remaja dalam mengembangkan dirinya dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan (suatu proses pendampingan kepada si remaja, selain: pengaruh lingkungan pergaulan di luar selain rumah dan sekolah).
Jadi remaja sebenarnya berada dalam tiga pengaruh yang sama kuat, yakni sekolah (guru dan teman sekolah), lingkungan pergaulan (teman bermain) dan rumah (orang tua dan keluarga).

Lingkungan sekolah berperan dalam menanamkan pemahaman dan wilayahkeberterimaan antara remaja dengan lingkungan pendidikan. Namun guru yang baik saja tidak cukup, ini harus didukung oleh teman – teman sekolah yang baik juga, jadi remaja tersebut dapat belajar dengan baik secara formal maupun sosial. Oleh karena itu cukup penting bagi para orang tua untuk memilihkan anaknya sekolah yang baik.

Lingkungan pergaulan berperan menguatkan apa yang dirasakan dan dilihat remaja ketika berada di lingkungan sekolah. Pentingnya lingkungan pergaulan ini karena disinilah para remaja bebas mengekspresikan gejolak yang ada di dalam jiwanya, jika pada lingkungan sekolah rumah, para remaja merasa dibatasi oleh segala aturan serta sosok guru dan orang tua, maka di lingkungan pergaulan, merekalah yang menjadi penentunya, sehingga ini menjadiriskan, dan pergaulan yang salah tentu fatal akibatnya. Lingkungan rumah adalah pusat kendali dari segala yang ditemui remaja pada

lingkungan lainnya. Disinilah peran orang tua cukup signifikan untuk memahami remaja, bagaimana perkembangan sekolahnya, siapa teman bermainnya dan bagaimana sikap remaja tersebut saat berada di rumah. Lingkungan rumah khususnya orang tua dituntut untuk dapat menciptakan suasana rumah yang nyaman bagi para remaja, sehingga apapun yang dialami para remaja saat di luar rumah maupun di sekolah, mereka senantiasa memilih rumah sebagai tempat untuk menumpahkan segala permasalahannya.

Semoga dengan ini remaja kita dapat terhindar dari ancaman narkoba yang kian hari kian kuat merangsek dalam lingkungan para remaja.***

Penulis adalah Karyawan Apotek Kimia Farma Pangkalpinang

http://cetak.bangkapos.com/opini/read/580.html

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: